KABUPATEN PERCONTOHAN DAN MUSIBAHNYA
On 11.15
Deiyai - Perlahan-lahan kita lupa dengan tragedi musibah yang menelang sejumlah anak di distrik tigi barat, Deiyai. 40-an anak lebih (menurut gereja katolik Diyai) yang punya masa depan yang juga merupakan persiapan Sumber Daya Manusia Deiyai, telah sirna akibat kekurangan gizi dan kurangnya imunisasi.
Ini menjadi sejarah kelam yang menyakitkan hati setiap insani dalam kehidupan manusia Deiyai. Yang korban hanya 1 orang-pun, itu adalah seribu nyawa telah tiada. Apalagi 40 orang. Itu artinya 40 ribu generasi muda telah sirna. Ini sesuatu tragedi sangat luar biasa ditengah-tengah sejuta gendut intelektual.
Gubernur Papua Lukas Enembe telah membagi dana Otonomi Khusus (Otsus) 20%-80% Lebih besar ke daerah (kabupaten). Dana itu peruntukan ke sejumlah bidang sesuai kebutuhan daerah. Tetapi lebih fokus khusus pendidikan dan kesehatan. Gubernur sangat bijaksana dalam membagi dana dan sangat luar biasa.
Semenjak dilantiknya gubernur Papua sembari membagi besaran dana Otsus, disitu juga gubernur menetapkan 5 kabupaten percontohan. Kabupaten Deiyai, salah satunya. Saya tidak tauh yang dimaksud dengan percontohan yang diutarakan oleh Gubernur Papua. Tetapi analisa 'dangkal' bawa pasti menjadi contoh dalam pembangunan di daerah. Jangan semua bidang. Hanya satu bidang saja, itu harus ada perubahan dan harapan dari seorang gubernur. Kabupaten percontohan Deiyai tinggal-lah sebuah kenangan belaka.
Sebelum kabupaten Deiyai di mekarkan dari Kab. Paniai, yang nama imunisasi sangat lancar. Kira-kira tahun 90-an, saya masih SD negeri Waghete. Bagaimana sobat Jhon Pekei, pertahanan dari SD INPRES Waghete dan juga Serfa Kotouki dari SD YPPGI Waghete, dan Rius Douw, dari SD PUDU Kami baku adu di arena Cerdas-Cermat tentang imunisasi. Artinya bahwa kab.pania yang luas wilayah yang sangat besar saja , imunisasi itu selalu ada. Apalagi Deiyai yang ibaratnya seperti 'kuali' Yang sangat susah 2 Distrik yang terluar, Kapiraya dan Bouwobado.
Sekalipun bekapan dana sangat besar ke Dinas Kesehatan tetapi terjadi politisir maka tak ada yang namanya PERUBAHAN. Makanya itu, saya sering komentar di dunia Maya bahwa PENDIDIKAN dan Kesehatan tidak boleh di politisir karena kedua bidang ini sangat SENSITIF.
Tapi, disini kita tak perlu saling adu argumen dan saling menyalahkan satu sama lain. Kita terima hal ini sebagai satu pengalaman buruk dalam kehidupan orang Deiyai.
