Loading...
Keterangan:

HEADLINE NEWS

Kebakaran di Deiyai, Apakah Pengalihan Isu?

Kebakaran yang terjadi di Deiyai
Deiyai-Keluarga korban insiden penembakan terhadap warga sipil di kampung oneibo, Deiyai, telah sepakat untuk tidak boleh satupun orang yang merusak dan mengganggu aktivitas di kab. Deiyai. Nyatanya, 1 Agustus 2017, saat penembakan terjadi, semua pemuda tidak pernah ada gerakan tambahan terkait dengan insiden tersebut. Warga Deiyai hanya pasrah dan yang ada hanyalah Isak tangis. Biarlah perbuatan ini akan dibalas oleh Sang Khalik dan akan mendapatkan hukum yang setimpal dengan perbuatannya ini.

Seluruh masyarakat di Deiyai lebih mendukung apa yang telah diputuskan oleh keluarga korban dan menjalani masa kedukaan dengan tenang. Makanya, tidak ada kerusakan satupun yang terjadi saat insiden tersebut.

Selang 3 hari kemudian, 4 Agustus 2017, sejumlah kios milik pedagang pendatang dan 1 buah barak kos-kosan milik orang asli Deiyai dilahap si jago merah. Harta benda tak diselamatkan ketika api mulai menyala hingga menghabiskan semuanya. Semua orang, pendatang maupun orang  asli berusaha untuk padamkan api yang sedang menyala namun tak capai. Malam itu, suasana tempat kejadian, kaum pria berusaha untuk padamkan api sementara kaum hawa hanya-lah air mata yang terbiang dipipinya.

Ketika kami jumpai sekelompok pendatang di tempat kejadian, enggang sebutkan sumber apinya. Hingga saat ini tim kepolisian sedang investigasi kejadian kebakaran tersebut.

Ringkasan.....

1 Agustus 2017, Keluarga korban telah melarang masyarakat untuk tak boleh merusak dan mengganggu KANTIBMAS. Dan hal itu, seluruh masyarakat Deiyai patuh dan hargai pada keputusan dari keluarga korban.

4 Agustus 2017, si jago merah melahap sejumlah kios milik pendatang dan 1 barak kos-kosan milik orang asli.

Kita memahami antara pernyataan dari keluarga korban dan waktu tenggang terjadinya kebakaran. Salam.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *