Loading...
Keterangan:

HEADLINE NEWS

Mencari Buku Bekas Dapat Rezeki

Admin On 04.43


Sekitar jam 09.00 pagi saya berangkat dari rumah menuju kampus. Saya pakai sepeda motor, merk astrea gren. Ketika saya tiba di kampus, dosen yang saya ingin ketemu tidak ada.  Sayapun bergegas kerumah. Karena, saya ada janjian dengan dua orang adik untuk jalan-jalan ke tempat jual buku bekas. Tempat jual buku bekas sangat jauh dari rumah.

Ketika saya tiba di rumah kedua adik tersebut sedang bersihkan rumah. Tempat tinggal kami, sangat lama belum pernah di bersihkan. Untung,  kedua adik tersbut membersihkannya. Seusai bersihkan rumah, saya ajak kedua adik untuk berkunjung ke tempat buku bekas. Kami dari rumah naik angkutan kota. Mem bosankan juga duduk dalam angkot.

Saat tempat duduk dalam angkot penuh, mobil tersebut laju dengan cepat. Kira-kira 2 jam dalam perjalanan menuju tempat yang di maksud. Tidak terasa kami bisa sampai di tempat tujuan. Namun, sebelum kami bertiga menuju ke tempat jual buku bekas, saya lebih dulu mencari pesanan alat mobil dari Papua. Tapi, alat mobil yang saya cari tidak satupun toko yang jual. 

Sambil cerita humor, kami bertiga berjalan kaki menuju ke tempat jual buku bekas. Tempat jual buku bekas dengan tempat jual alat-alat mobil tidak terlalu jauh. kami bergegas masuk kedalam gedung untuk cari buku bekas. Tapi, ketika kami mencari buku-buku yang kami maksudkan, tidak ada. Kami segera keluar dari gedung tersebut. 
Perlaha-lahan kami berjalan sambil cerita, salah satu adik hendak melihat tempat jual emas. Di sepanjang trotoar penuh dengan tempat jual-beli emas. Ketika saya sedang jalan, adik yang masih bersama saya sedang memanggilku dari belakang. kakak......!!! saya menoleh kebelakang. Kenapa adik.....!! gini kakak, coba kakak perhatikan teman di sana. dia, sedang jual gelang yang di tangan. Sambil saya merapat ke adik yang  dan berkata” adik, kenapa itu....!!!, ah kakak, saya sedang jual gelang ini, karena kata penjual emas, gelang tersebut  gelang emas.

Dengan gerak badan yang agak gemetar dan tidak segang-segang, penjual emas tersebut berkata” bagaimana kalau gelang ini, saya bayar satu juta lima ratus ribu rupiah. Saat itu saya juga belum mengerti maksud dari penjual emas tersebut. Namun, karena saya perhatikan mimik badan yang begitu gemetar sayapun tidak segang-segang berkata “ Oke, namun harus tambah 2 ratus lagi, genap  satu juta juta tujuh ratus ribu”. Tanpa berfikir pangjang-lebar si penjual emas tersebut langsung keluar uang yang berwarna merah.

Kami terima satu juta enam ratus ribu, karena penjual emas tersebut masih tawar-menawar. Uang tersebut kami bagi  dan perorang dapat lima ratus ribu. Syukur harga untuk beli buku tergenapi. Daerah tersebut banyak becak, kami naik becak menuju pasar turi.

Saya beli buku bacaan sekitar 6 buah. Begitu juga dengan kedua adik, mereka beli buku bacaan pula. Lama sekali kami tunggu angkot di daerah itu. Hari semakin sore, kami bertiga sepakat untuk naik taksi cargo. Taksi yang kami tumpangi adalah Blue Bird Group. 

Dalam taksi masing-masing orang, sibuk konsentrasi dengan baca buku. Wajar saja, buku-buku bekas tapi  baru di beli. Sekalipun jalan macet, mobil sangat laju dan akhirnya bisa sampai di tempat tinggal kami.   

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *