Loading...
Keterangan:

HEADLINE NEWS

Surat Anggota DPRD Deiyai Ones Madai Untuk Anggota DPR RI Asal Papua Yan Mandenas

Admin On 19.26

WAGHETE, ODIYAIWUU.com — Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Hendrik Onesmus Madai, ST mengitim surat kepada anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia asal Papua Yan Permenas Mandenas, S.Sos, M.Si dari Partai Gerindra dan Wakil Ketua Panitia Khusus Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Dalam surat itu, Ones Madai, sapaan akrabnya, mengaku sangat bangga karena Yan Mandenas terpilih menjadi anggota DPR RI dan bisa melanjutkan aspirasi masyarakat Papua di gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Tentu sebagai wakil rakyat, kata Ones, pihaknya yakin hal-hal yang disampaikan dalam sidang-sidang di DPR RI dibutuhkan pemerintah dan rakyat Papua. Bukan yang dibutuhkan oleh pejabat.

Namun menurut Ones yang juga Ketua DPC Partai Berkarya Kabupaten Deiyai, satu hal yang tidak dibutuhkan oleh rakyat Meepago adalah soal rencana pemekaran Papua Tengah menjadi sebuah propinsi. Sebagai wakil rakyat dan berdiri bersama rakyat untuk melanjutkan aspirasi rakyat secara seutuhnya, kata Ones, masyarakat tidak membutuhkan pemekaran Papua Tengah menjadi sebuah provinsi.

“Saudaraku, kehadiran saudara saat reses di wilayah Meepago adalah momen yang paling tepat untuk mendengarkan keinginan masyarakat. Agar saudara sampaikan apa yang sedang dibutuhkan oleh rakyat Meepago kepada pemerintah pusat. Bahwa rakyat Papua sangat menolak pemekaran Papua Tengah menjadi sebuah provinsi baru,” kata Ones dalam surat yang dikirim ke Yan Mandenas dan salinannya diterima Odiyaiwuu.com dari Waghete, kota Kabupaten Deiyai, Papua, Sabtu (5/3). Berikut salinan surat Ones yang dikirim ke Yan Mandenas.

Kepada Yth
Saudaraku Yan Mandenas, anggota DPR RI
di
Tempat

Salam teriring doa.

Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hingga sampai saat ini, sang Khalik masih memberikan nafas hidup kami. Sebelum saya sampaikan beberapa hal yang menjadi aspirasi rakyat saya, saya mesti perkenalkan identitas saya.

Nama saya, Hendrik Onesmus Madai, ST, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Deiyai. Alumni Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Teknik Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota (Teknik Planologi).

Saya sangat bangga karena saudaraku terpilih menjadi anggota DPR RI dan bisa melanjutkan aspirasi masyarakat Papua di kancah nasional. Tentu sebagai wakil rakyat, saya yakin saudara sampaikan hal yang dibutuhkan oleh rakyat. Bukan yang dibutuhkan oleh kaum pejabat.

Saudaraku, satu hal yang tidak dibutuhkan oleh rakyat Meepago adalah soal rencana pemekaran Papua Tengah menjadi sebuah propinsi. Saya sebagai wakil rakyat dan berdiri bersama rakyat untuk melanjutkan aspirasi rakyat secara seutuhnya bahwa masyarakat tidak membutuhkan pemekaran Papua Tengah menjadi sebuah propinsi.

Saudaraku, kehadiran saudara reses di wilayah Meepago adalah momen yang paling tepat untuk mendengarkan keinginan masyarakat. Agar saudara sampaikan apa yang sedang dibutuhkan oleh rakyat Meepago kepada pemerintah pusat bahwa rakyat sangat menolak pemekaran Papua Tengah menjadi sebuah propinsi baru.

Karena hingga sampai saat ini pemerintah pusat belum memberikan kewenangan kepada DPRP Papua dan MRP untuk memperbaiki regulasi sebelum melakukan pemekaran wilayah. Karena persoalan pemekaran sampai saat ini DPRP Papua atau MRP belum pernah ada rapat pleno membahas soal isu ini.

Saudaraku, sebelum daerah otonom (DOB) terbentuk, perlu menyelesaikan konflik yang masih terjadi di Papua. Agar rakyat hidup tenang, damai dan aman. Karena, Justru pemekaran akan membuka masalah baru yang tak kunjung terselesaikan oleh semua pihak. Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Dan juga bahwa, selama ini DOB hanya untuk kepentingan elite di Jakarta juga hanya kepentingan elit lokal Papua demi jabatan. Karena itulah nurani rakyat dipaksakan agar rakyat Papua merima DOB. Demikian dari saya. Kiranya Tuhan Yesus menyertai kita sekalian

Hendrik Onesmus Madai, ST
Ketua Komisi A DPRD Deiyai, Papua

Yan Mandenas, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI sebelumnya tiba Jumat (4/3) di Mowanemani, Dogiyai, kabupaten tetangga Deiyai, dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Reses) Pertama di Daerah Pemilihan Papua, termasuk wilayah adat Meepago pada masa Persidangan III Tahun Sidang 2021-2022 yang dimulai 28 Februari hingga 5 Maret. Mandenas juga menyambangi wilayah adat ini yang meliputi Kabupaten Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya.

Mandenas tiba di Mowanemani bersama 30 orang anggota rombongan pukul 15.30 WIT dan diterima secara resmi oleh Sekda Dogiyai Petrus Agapa bersama Kepala Bappeda Litbang Yakobus Dogomo, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan berbagai elemen seperti tokoh adat, intelektual, agama, pemuda serta perempuan, dan masyarakat Dogiyai di halaman kantor bupati.

“Saat berlangsung tatap muka dan diskusi bersama anggota Pak Yan Mandenas, atas nama Pemerintah Kabupaten Dogiyai Pak Sekda Dogiyai langsung menyampaian usulan sepuluh program kerja Pemerintah Daerah Dogiyai tahun 2023 untuk diperjuangkan di kementerian dan lembaga. Proposal itu langsung kami serahkan ke Pak Yan Mandenas,” kata Kepala Bappeda Litbang Jakobus Dogomo kepada Odiyaiwuu.com, Jumat (4/3),

Dalam kunjungan itu, Yan Mandenas didampingi pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Perusahaan Listrik Negara, dan Telekomunikasi (Telkom) sebanyak 30 orang. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, dalam rombongan tersebut ikut juga para staf Mandenas seperti Agustinus Patty Fernandez, Susana Renyaan, Achram Harveliono Bay, Jason Lathianza, dan Antony John serta sebelas awak media baik cetak, elektronik maupun online.

Soal DOB

Terkait rencana pemekaran sejumlah DOB di tanah Papua, Yan Mandenas, mengemukakan, Partai Gerindra meminta pemerintah mempertegas kejelasan tapal batas calon DOB di Papua. Tapal batas wilayah DOB tersebut, katanya, selama pemekaran DOB di Papua masih menjadi masalah, sengketa hingga saat ini.

“Misalnya kita bicara sengketa tapal batas di wilayah tambang emas PT Freeport Indonesia. Nah, tapal batas beberapa kabupaten di wilayah penambangan Freeport Indonesia belum clear, belum jelas. Nah, apalagi sekarang dengan tapal batas calon daerah otonom baru di tingkat provinsi. Kalau tapal batas wilayah ini belum tuntas, saya yakin akan terjadi tarik-menarik antara masyarakat di tingkat lokal,” ujar Yan Mandenas saat dihubungi Odiyaiwuu.com di Jakarta, Senin (21/2).

Menurutnya, permintaan penegasan terkait tapal batas DOB di Papua juga sudah ia sampaikan di hadapan pimpinan dan anggota Baleg DPR RI saat berlangsung Rapat Pleno dengan agenda melanjutkan harmonisasi Rancagan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegununungan Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya di Ruang Rapat Baleg, kompleks DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (16/2).

Ia mencontohkan, rencana pemekaran DOB di Mamberamo Tengah tahun 2009, tapal batas Mamberamo Raya dengan Kabupaten Tolikara juga belum tuntas diselesaikan oleh pemerintah. Oleh karena kenyataan itu, hingga kini masih menjadi tarik-menarik, konflik pemerintah daerah. Termasuk masyarakat di tapal batas dua kabupaten tersebut, malah mereka bingung saat Pilkada apakah mereka masuk wilayah Mamberamo Raya atau Tolikara.

“Jadi, kalau berlangsung Pilkada terpaksa ikut dua-dua. Nah, ini unik juga. Jadi saya pikir hal ini harus dipertegas kembali. Kemudian, terkait kriteria pembagian wilayah berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2021, itu harus dilihat kembali. Saya sudah pernah tegaskan bahwa kita tidak bisa membagi wilayah berdasarkan kemauan daerah, aspirasi,” lanjut Yan Mandenas, anggota DPR yang membidangi masalah intelijen.

Mengapa hal itu penting, ujar Yan Mandenas, karena syarat dan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2021, pembagian wilayah di situ sudah secara tegas diatur. Tetapi, pihaknya mengingatkan agar pembagian wilayah juga harus dievaluasi kembali sehingga penempatan wilayah kabupaten misalnya masuk ke wilayah Provinsi A atau B nantinya. Hal tersebut penting agar tidak menimbulkan dinamika yang berkepanjangan terkait masalah wilayah-wilayah apakah masuk di Provinsi A,B atau C, dan seterusnya.

Pada bagian lain, ia juga menyoroti soal pemekaran provinsi baru di Papua yang masih menimbulkan pro-kontra di internal masyarakat Papua. Pro-kontra ini, bukan saja terjadi di Papua namun juga (masyarakat asal Papua) di luar negeri. Karena itu, anggota DPR yang membidangi masalah pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika serta intelijen itu meminta agar perlu ada strategi khusus yang dilakukan pemerintah.

“Kita mau mekar tetapi pasca pemekaran Papua itu jadi konflik. Apalagi daerah-daerah pegunungan. Ibu Trivena (Trivena Tinal, anggota DPR asal Papua dari Partai Golkar) tahu kalau sudah terjadi, susah diatasi. Konflik itu arahnya pasti fasilitas umum habis diamuk massa. Nah, ini yang harus kita antisipasi sehingga catatan saya saat rapat dengan pengusul terdahulu, saya sudah isyaratkan agar mana yang jadi prioritas pemerintah. Jangan sampai dikebut seperti ini. Memang itu amanat UU Otsus tetapi tidak harus dikebut. Step by step dipersiapkan supaya kelihatan santun dalam menempatkan keputusan pemerintah atas Papua,” tandasnya. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

KABUPATEN PERCONTOHAN DAN MUSIBAHNYA

Admin On 11.15

Deiyai - Perlahan-lahan kita lupa dengan tragedi musibah yang menelang sejumlah anak di distrik tigi barat, Deiyai. 40-an anak lebih (menurut gereja katolik Diyai) yang punya masa depan yang juga merupakan persiapan Sumber Daya Manusia Deiyai, telah sirna akibat kekurangan gizi dan kurangnya imunisasi.

Ini menjadi sejarah kelam yang menyakitkan hati setiap insani dalam kehidupan manusia Deiyai. Yang korban hanya 1 orang-pun, itu adalah seribu nyawa telah tiada. Apalagi 40 orang. Itu artinya 40 ribu generasi muda telah sirna. Ini sesuatu tragedi sangat luar biasa ditengah-tengah sejuta gendut intelektual.

Gubernur Papua Lukas Enembe telah membagi dana Otonomi Khusus (Otsus) 20%-80% Lebih besar ke daerah (kabupaten). Dana itu peruntukan ke sejumlah bidang sesuai kebutuhan daerah. Tetapi lebih fokus khusus pendidikan dan kesehatan. Gubernur sangat bijaksana dalam  membagi dana dan sangat luar biasa.

Semenjak dilantiknya gubernur Papua sembari membagi besaran dana Otsus, disitu juga gubernur menetapkan 5 kabupaten percontohan. Kabupaten Deiyai, salah satunya. Saya tidak tauh yang dimaksud dengan percontohan yang diutarakan oleh Gubernur Papua. Tetapi analisa 'dangkal' bawa pasti menjadi contoh dalam pembangunan di daerah. Jangan semua bidang. Hanya satu bidang saja, itu harus ada perubahan dan harapan dari seorang gubernur. Kabupaten percontohan Deiyai tinggal-lah sebuah kenangan belaka.

Sebelum kabupaten Deiyai di mekarkan dari Kab. Paniai, yang nama imunisasi sangat lancar. Kira-kira tahun 90-an, saya masih SD negeri Waghete. Bagaimana sobat Jhon Pekei, pertahanan dari SD INPRES Waghete dan juga Serfa Kotouki dari SD YPPGI Waghete, dan Rius Douw, dari SD PUDU Kami baku adu di arena Cerdas-Cermat tentang imunisasi. Artinya bahwa kab.pania yang  luas wilayah yang sangat besar saja , imunisasi itu selalu ada. Apalagi Deiyai yang ibaratnya seperti 'kuali'  Yang sangat susah 2 Distrik yang terluar, Kapiraya dan Bouwobado.

Sekalipun bekapan dana sangat besar ke Dinas Kesehatan tetapi terjadi politisir maka tak ada yang namanya PERUBAHAN. Makanya itu, saya sering komentar di dunia Maya bahwa PENDIDIKAN dan Kesehatan tidak boleh di politisir karena kedua bidang ini sangat SENSITIF.

Tapi, disini kita tak perlu saling adu argumen dan saling menyalahkan satu sama lain. Kita terima hal ini sebagai satu pengalaman buruk dalam kehidupan orang Deiyai.

Kebakaran di Deiyai, Apakah Pengalihan Isu?

Admin On 10.58

Kebakaran yang terjadi di Deiyai
Deiyai-Keluarga korban insiden penembakan terhadap warga sipil di kampung oneibo, Deiyai, telah sepakat untuk tidak boleh satupun orang yang merusak dan mengganggu aktivitas di kab. Deiyai. Nyatanya, 1 Agustus 2017, saat penembakan terjadi, semua pemuda tidak pernah ada gerakan tambahan terkait dengan insiden tersebut. Warga Deiyai hanya pasrah dan yang ada hanyalah Isak tangis. Biarlah perbuatan ini akan dibalas oleh Sang Khalik dan akan mendapatkan hukum yang setimpal dengan perbuatannya ini.

Seluruh masyarakat di Deiyai lebih mendukung apa yang telah diputuskan oleh keluarga korban dan menjalani masa kedukaan dengan tenang. Makanya, tidak ada kerusakan satupun yang terjadi saat insiden tersebut.

Selang 3 hari kemudian, 4 Agustus 2017, sejumlah kios milik pedagang pendatang dan 1 buah barak kos-kosan milik orang asli Deiyai dilahap si jago merah. Harta benda tak diselamatkan ketika api mulai menyala hingga menghabiskan semuanya. Semua orang, pendatang maupun orang  asli berusaha untuk padamkan api yang sedang menyala namun tak capai. Malam itu, suasana tempat kejadian, kaum pria berusaha untuk padamkan api sementara kaum hawa hanya-lah air mata yang terbiang dipipinya.

Ketika kami jumpai sekelompok pendatang di tempat kejadian, enggang sebutkan sumber apinya. Hingga saat ini tim kepolisian sedang investigasi kejadian kebakaran tersebut.

Ringkasan.....

1 Agustus 2017, Keluarga korban telah melarang masyarakat untuk tak boleh merusak dan mengganggu KANTIBMAS. Dan hal itu, seluruh masyarakat Deiyai patuh dan hargai pada keputusan dari keluarga korban.

4 Agustus 2017, si jago merah melahap sejumlah kios milik pendatang dan 1 barak kos-kosan milik orang asli.

Kita memahami antara pernyataan dari keluarga korban dan waktu tenggang terjadinya kebakaran. Salam.

Etika Seekor Anjing

Admin On 11.42

Seekor anjing berdiri dengan gagah (Ist)
coretanones-Anjing umumnya jujur, cerdas, dan terus-terang. Ia adalah manusia yang tidak sombong, yang memiliki naluri kemanusiaan yang amat mendalam. Rasa kesetiaannya dan kecenderungannya untuk memprioritaskan persamaan hak dan memperjuangkan keadilan membuatnya sangat populer, terutama di kalangan kaum lemah. Watak dasarnya ramah, rendah hati, dan tidak terlalu menuntut, dan semua ini membuat Anjing mudah bergaul dengan orang lain. Ia selalu bersedia kompromi dan dapat dipercaya untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya.

Seperti juga kawannya yang manusiawi, Macan, maka Anjing juga jarang menunjukkan amarahnya secara pribadi kepada seseorang. Yang penting bagi Anjing adalah prinsip keadilan. Jika perbuatan Kamu sampai melukai hatinya, perbuatan itulah yang akan ditunjukkan oleh dia, tanpa diembel-embeli maksud tidak baik, tanpa dendam atau iri hati. Kalau semuanya sudah selesai ditumpahkan dan perbaikan yang layak sudah dikerjakan, maka dia bisa saja berdamai lagi dengan Kamu seolah tidak ada apa-apa.

Sekalipun dalam usia muda, anak Anjing sudah belajar untuk mencium mana orang yang baik dan mana orang yang jahat. Bahkan setiap warga Anjing, apakah dia sendiri mengakui atau tidak, cenderung membagi orang ke dalam dua kategori, yaitu “musuh” atau "teman", hitam atau putih. Baginya, tak ada warna kelabu atau campuran antara kedua warna itu. Namun, sekalipun Kamu berhasil memenangkan kepercayaannya, Anjing akan setia untuk selamanya.

Walaupun kekayaan, kekuasaan, dan kesuksesan mungkin sangat berarti bagi orang lain, hal-hal tersebut tidak berarti apa-apa bagi Anjing bila tanpa kekasih, teman, atau keluarga yang bisa ikut menikmatinya. Sangatlah beruntung orang yang kebetulan mempunyai teman bershio Anjing, sebab warga Anjing umumnya tidak tega mengabaikan suara teman memohon pertolongan.

Namun, adakalanya Anjing malah bisa melindungi kepentingan orang lain lebih daripada kepentingannya sendiri. Seperti binatang lambang shio ini, Anjing berpegang teguh pada orang yang dikasihinya, tak peduli betapa tidak bermutunya pun orang itu. Anjing yang setia lebih cenderung mempertahankan situasi yang sama tak peduli betapa tidak menyenangkannya daripada harus menghadapi sesuatu yang tidak dikenal dan harus mulai lagi dari nol. Dan seumpamanya dia terpaksa dengan hati yang berat untuk meninggalkan rumah, yaah, jangan salahkan dia. Tempat itu barangkali benar-benar menyedihkan baginya kalau dia sampai melakukan hal itu.

Tidak jarang Anjing sulit menyesuaikan diri terhadap perubahan. Meskipun penampilannya biasanya ramah dan riang, pada dasarnya dia adalah binatang yang pesimis. Situasi yang tidak terduga bisa membuatnya cemas tanpa sebab yang jelas. Oleh karena dia sering melihat sesuatu dari segi negatifnya, dia bisa mengundang kesulitan atau merusak kenikmatan yang sebenarnya dapat diperoleh dari hal itu. Kalau dia dapat belajar berpikir lebih positif, gangguannya biasanya sangat berkurang.


Secara umum, Anjing adalah manusia yang tidak materialistis dan tak menyenangi kemegahan. Kata-kata dan bahasa yang muluk-muluk malah mencurigakan baginya. Dia lebih suka pembicaraan maupun gaya hidup yang tidak dibuat-buat. Dan walaupun dia tidak begitu mempedulikan uang, namun umpamanya dia sedang membutuhkan, tak ada yang lebih lengkap sarananya untuk mendapatkan itu, selain dia. Sekalipun dia terlahir dalam keluarga pas-pasan, Anjing yang bermoral tinggi mampu meningkatkan statusnya dalam hidup atas upayanya sendiri tanpa berusaha menyembunyikan asal-usulnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *