Loading...
Keterangan:

HEADLINE NEWS

Akhirnya, Naik Kapal Laut.

Admin On 13.30



Sebenarnya tulisan yang kawan ada baca ini, seharusnya harus di posting dua hari lalu. Namun, akses internet di jayapura, Papua, loadingnya sangat lambat. Akhirnya, saya baru saja mempostingnya. Dalam perjalanan Surabaya-Jayapura, banyak hal yang inspirasi bagi saya, namun saya akan akan uraikan pada postingan selanjutnya.

Rencana sebelumnya, saya sudah pastikan untuk berangkat ke Papua harus naik pesawat terbang. Namun, hal itu menjadi suatu kelalaian bagi saya, karena beberapa waktu lalu, ketika saya tanyai harga tiket pesawat, belum sempat tanya jadwal tiket kapal laut, tujuan Jayapura (Port Numbay).

Pagi itu selasa (18/9/2012), ketika saya hendak ke kampus. Tujuan pertama, Saya menuju ke tempat penjualan tiket. Sebelumnya, semalam saya sudah tanya harga tiket namun, yang ada di benak saya, harga tiket kadang-kadang berubah sehingga, saya meluangkan waktu untuk harus menanya kembali ke tempat penjualan tiket.

Ketika saya tanya harga tiket pagi itu, harga tiket belum ada promo. Harga masih stabil dengan yang semalam. Saya tanya petugas menyangkut harga tiket dari setiap jenis maskapai penerbangan. Namun, harganya sama seperti dahulu. Sembari bicara, secara tidak langsung, saya tanya mengenai jadwal kapal menuju Jayapura.

Petugas mengambil buku besar dan tebal. Kelihatannya, buku tersebut jadwal kapal laut. Saat petugas membuka buku tebal yang isinya jadwal kapal laut, menurut petugas berdasarkan jadwal KM GUNUNG DEMPO ini hari, selasa (18/9/2012), jam 8 malam, akan bertolak Makasar dan Pelabuhan terakhir di pelabuhan Port Numbai (Jayapura), Papua. 

Saya tidak habis fikir hal tersebut. karena, tujuan utama saya ke jayapura sangat penting. Sayapun mulai menghitung waktu tempuh yang saya butuhkan hingga tiba di jayapura. Mengapa demikian, karena 27 september 2012 merupakan hari puncak bagi saya untuk mengikuti seleksi wartawan kompas. KM Gunung Dempo akan tempuh di jayapura, dalam 5 hari. Berarti, tujuan tersebut bisa tercapai.

Sembari keluar dari tempat penjualan tiket, saya langsung telepon ke adik laki-laki  yang akan berangkat sama-sama dengan saya menuju ke Papua. Mateus Madai namanya. Ia adalah salah satu mahasiswa baru yang datang melanjutkan studi di surabaya, namun berhubung sakit-sakit ia komitmen untuk kembali ke Papua.

Seusai dengan informasi jadwal keberangkatan kapal, Saya menuju ke kampus untuk menyelesaikan Surat keterangan dari kampus. Agar saya gunakan untuk memperkuat data saat seleksi menjadi reporter kompas di wilayah Papua. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Karena, hanya mengurus surat  yang di maksud sangat lama untuk memproses ke meja dekan. Dosen-dosen pada sibuk dengan pertemuan yang gelar di ruang rapat.

Sekitar jam 13.00 siang, surat keterangan yang sedang tunggu-tunggu, telah di tanda tangani oleh Dekan. Sugito, ST MT, nama dekan Fakultas Teknik, di kampus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Setelah selesai ambil surat keterangan, saya bergegas meninggalkan kampus menuju kerumah. 

Saya mengendarahi motor Jupiter. Motor pinjaman dari seorang sahabat. Saya juga  mempunyai satu buah motor astrea grean namun, motor tersebut sementara tidak bisa di gunakan karena, sedang rusak total. Mesinnya tidak berfungsi lagi. Motor tersebut, saya belum bahwa ke bengkel. Padahal, bengkel sangat berdekatan dengan tempat tinggalku.

Sekitar jam 15.00 sore, saya tiba di rumah. Saat tiba di rumah, adik tersebut sudah kemas-kemas barang bawahannya. Barang bawahan tidak begitu banyak. Jadi, saya ajak adik untuk dalam beberapa menit kedepan, kita bergegas menuju kepelabuhan tanjung perak, Surabaya. Kami gunakan taksi Blue Bird  (Cargo), menuju ke pelabuhan tanjung perak.  Sekitar jam  17.00 sore, kami baru sampai di tanjung perak. 2 jam lamanya, dari rumah menuju pelabuhan. KM Gunung Dempo sudah sandar beberapa jam yang lalu.

Dengan langkah kaki yang tergesa-gesa, kami menuju ke loket penjualan tiket di area pelabuhan. tiket perorang Rp 756.000, tujuan Jayapura. Setelah membeli tiket, kami naik ke dalam kapal. para ABKD dan para pengantar maupun pengunjung sangat lalu-lalang. Sibuk dengan aktivitas masing-masing di wilayah itu. Penumpang dalam Kapal sangat padat. Banyak penumpang yang alas tikar di atas lantai. Tempat tidur kelas ekonomi yang sudah di sediakan pun tidak mencukupi.

Awalnya kami juga memilih untuk alas tikar di atas lantai. Namun, apa kata hati? Mengingat adik laki-laki sakit, harus memilih untuk mencari kamar. Kamar kelas dapat di Dek 3 dengan nomor kode 3006. Biaya kamar untuk perorang ke salah satu pelabuhan  terdekat, sekitar Rp 200.000. artinya, berapa kali kapal sandar di pelabuhan, biayanya akan di naikkan sebesar Rp 200.000. 5x2 ukuran kamarnya. Di lengkapi dengan 1 unit TV, Leskuker dan Dispenser.

Subtansinya kami bisa istirahat dengan tenang. Kami bayar hanya semalam saja. Setelah sampai di pelabuhan berikut kami akan cari tempat tidur di kelas ekonomi. KM Gunung Dempo, tolak jam 20.00 menuju pelabuhan makasar. Selamat Berlayar.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *