PANA’S: Kekompakkan Lebih Penting Daripada Dana 2,5 Milyard
On 22.49
Kau satu segalah bagiku
Diantara berjuta
disana
Kau saja belahan jiwa ini
Tak ingin yang lain disisiku
Surabaya (MS)-Lirik lagu dengan judul ‘Untuk
Sebuah Nama’ karya emas Pance F Pondang ini, mengingatkan kita saat kegigihan Paniai Nabire Surabaya (PANA’S) diuji.
Kali ini dengan kedatangan Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai dalam kunjungan mereka ke Jawa dan Bali untuk
pembagian dana bantuan Tugas Akhir.
PANA’S; nama ini
selalu menggema dalam batin dan demi mempertahankan eksistensi nama ini, sudah
berbagai aksi telah, sedang dan terus akan dilakukan oleh mereka yang telah
menamakan diri arek-arek PANA’S. Dari
setiap momentum yang telah terlewatkan ada hal yang perlu diacungkan jempol
yakni disaat kritis, dimana eksistensi dan nama baik dari nama ini diuji.
Dalam hal ini
yang berkaitan erat dengan ‘uang’. Berikut adalah momentum yang perlu dicatat,
yakni dengan kedatangan pewakilan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam hal ini
dinas Pendidikan untuk membagikan bantuan dana Tugas Akhir dan (mungkin)
pemondokan asrama tahun 2012.
Dari berbagai
informasi yang telah dihimpun oleh seluruh anggota PANA’S disimpulkan bahwa
perjalanan tim perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai, sangat ambigu dan memunculkan
berbagai tanggapan yang berbeda.
“Menjadi alasan utamanya adalah, Total dana yang
dianggarkan oleh Pemda Deiyai yakni Rp. 2.500.000.000, (Dua Milyard, lima ratus juta rupiah), tidak disebutkan dari awal
oleh tim ini sebelum perjalanan dinas ini dimulai” ujar Domin Douw Salah satu Senioritas Mahasiswa
PANA’S di Surabaya.
Kata dia, Khusus untuk Mahasiswa se-Jawa dan Bali dianggarkan Rp.
500.000.000,- dan pembagiannya disamakan setiap kota study, padahal jika kita
lebih jelih
untuk menyimak hal ini, kebutuhan tiap kota studi di
se-Jawa dan Bali sangat berbeda secara
kuantitas mahasiswa masing-masing berbeda dan ini tidak
logis. Tim utusan Pemkab Deiyai merupakan orang tua bagi Mahasiswa se-Jawa
dan Bali. Oleh karena itu, teknis pembagian yang dipusatkan di satu kota studi adalah hal yang
tidak wajar.
“di Indikasi Adanya dugaan penggelapan
dana yang melibatkan beberapa orang dalam Mahasiswa
se-Jawa dan Bali dan tim yang membagi
dana Tugas Akhir (TA)” tutur Alumni SMA YPPK Adhi luhur Nabire ini.
Maka dalam rapat
yang Lanjut douw, diadakan oleh badan pengurus harian kooridator Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai
kota Study Surabaya pada hari Kamis, tanggal 16 Agustus 2012 di putuskan bahwa Jika Tim Perwakilan Pemkab Deiyai
tidak datang ke kota study Surabaya dan bertatap muka langsung dalam pembagian
dana Tugas Akhir sesuai dengan
perjanjian bahwa pembagian dananya akan di terima di masing-masing kota studi. Berdasarkan
perjanjian tersebut, maka dengan penuh hormat kami menolak dana yang rencananya akan dikirim lewat nomor rekening badan
Pengurus KOPMADE Surabaya.
“Apapun tawaran dari tim utusan maupun pihak-pihak
lain, hak kami ini dapat diterima oleh kami arek-arek PANA’S namun telah kami
pertahankan keputusan kami yang telah kami putuskan dalam forum. Kami berharap agar dana
yang menjadi hak kami namun ditolak tersebut
dapat digunakan untuk pembangunan kabupaten Deiyai demi
kesejahteraan orang tua di kampung . ” Pintah domin.
Sama halnya
dengan nama panas, Inilah jiwa PANA’S yang sebenarnya yang sudah kami jiwai
dari dulu, kini dan esok. PANA’S akan melakukan apa saja demi sebuah hal yang
kami yakini baik dan benar bagi banyak orang. Dan sudah berbagai aksi yang
telah kami lakukan dari tahun ke tahun.
“Semoga hal ini dapat menjadi bahan bagi kota studi
lain dalam se-Jawa dan Bali untuk direnungkan dan bertindak sewajarnya sesuai
nilai-nilai baik dan benar sebagai sorang intelek yang sejatinya tidak
mendahulukan kepentingan pribadi ataupun kepentingan kota study masing-masing” Imbuhnya.
(Ones Madai)
