Ketika KM Gunung dempo bertolak
dari pelabuhan Makasar menuju Ambon pada petang hari, Dalam kapal saya ketemu dengan seorang lelaki
asal dari kota ambon. David namanya. Dari dek V, kami berdua naik ke cafetaria.
Cafetaria tersebut berhubungan langsung dengan udara bebas, sehingga bisa
menikmati indahnya kedipan bintang di langit.
Banyak pengalaman yang ia
ceritakan pada saya. Ada buruk ada baik,
ada juga yang menginspirasikan bagi saya. Ia juga cerita menyangkut perjalanan
hidupnya. Ia berlayar di kapal induk selama 29 tahun. Saat saya ketemu dia, ia
sedang cuti panjang selama 3 tahun. Artinya, ketika lelaki ini mulai kerja
tahun 1989 hingga 2009 belum pernah cuti.
Tahun 2009 ia mulai cuti. Dalam 3
tahun tersebut ia pernah berkunjung Timika, jayapura. Ketika ia di timika, ia
bergabung dengan warga asli papua, untuk berdulang di daerah pembuangan PT
Feerport Indonesia. Ia punya banyak kenalan dengan orang Papua. Saat ia sedang
dulang banyak terjadi masalah di wilayah tersebut. Penembakan-penembakanpun
terjadi bergantian.
Seorang warga sipil tertembak.
Namun, pelaku penembakan belum di ketahui. Aparat mengklaim bahwa pelakunya
adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM), namun hal tersebut polisi tidak bisa mengindentifikasi barang bukti
yang memperkuat data untuk menstigma pelakunya adalah OPM. Barang bukti belum
di ketahui oleh publik dan aparat menyatakan bahwa pelakunya adalah orang Tak
diKenal (OTK).
Waktu berbuahi dalam diskusi. Tidak
terasa waktu menunjukan tepat pukul 02.00 malam, atau dini hari. Kami bergegas
untuk masuk ke dalam kapal untuk istirahat.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »