Loading...
Keterangan:

HEADLINE NEWS

Bukan Sakit Biasa

Mateus Madai, salah satu mahasiswa baru (MABA), di kota studi Surabaya. Ia akan dan ingin melanjutkan pendidikan di kota Pahlawan. Namun, berhubung lelaki ini sering sakit-sakit, ia akan kembali ke Papua. Pertama ia dapat sakit dari kampung. Berbagai cara ia telah lalui untuk berobat. Lebih banyak ke dokter praktek. Obat yang dianjurkan oleh dokter untuk di minum, ia selalu turutinya. 

Sekitar tiga kali ia berobat ke dokter praktek. Pertama berobat ke dokter, kesehatan semakin pulih dan kondisi stamina tubuh semakin membaik. Gejala sakit semakin berkurang. Kini, ia kembali kontrol. Karena, dokter tersebut telah anjurka untuk kembali kontrol, apabila obat yang di beri telah habis di minum.

Obat yang diberikan oleh dokter praktek, ketika ia kontrol kedua kalinya, ia minum sesuai dengan anjuran dari dokter. Sebelum obat-obat tersebut habis, ia terasa kelainan pada dirinya. Maksudnya, daya tahan stamina tubuh menurun secara drastis. Ketika, ia buang ludah ternyata saat lihat ludah tersebut mengandung darah. Entahlah, darah tersebut  asalnya dari mana. Sekalipun, darah tersebut keluar dari mulutnya. Selain itu, lebih parah lagi ketika ia minum air bening ( Air Aqua). Minum air putih ludah darahpun semakin meningkat. Menurut prediksi dari ia sendiri, ada luka dalam lambung. Sama halnya dengan pemeriksaan dari dokter, ketika dokter periksa pada seluruh tubuhnya.

Minum obatpun kesehatan masih sakit dan belum pulih, lelaki tersebut komitmen untuk tidak konsumsi obat lagi. Ia ingin bertahan diri hingga, saya akan antar ke kampung halamannya. Kampung halamannya di pinggiran danau Tigi, kota tua masa Belanda di Wakeitei, Deiyai. Beberapa kali ia curhat ke saya bahwa, sakit yang ia derita, bukan sakit biasa. Karena sakit tersebut sering timbul secara tiba-tiba. 

Sakit yang ia derita ialah sering “kerasukan”. Ketika ia kerasukan, setan yang masuk dalam diri si selaki ini, mengajak bahkan memaksa saya untuk harus antar dia ke kampung halaman. Bahkan, ia mendesak untuk sembayang (berdoa)  secara Adat kampung. Ia (mateus ) yakin, apabila sudah beroda secara adat maka kerasukan tersebut akan hilang. Lelaki tersebut kerasukan sejak kelas VI Sekolah Dasar. SD Negeri Waghete, Nama sekolahnya.    

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *