![]() |
| Pesawat, Ils@google |
Tahun 2007
merupakan tahun tamatanku. Saya tamat dari SMA YPK Tabernakel Nabire,
Papua. setelah dengar hasil saya di nyatakan lolos dari sekolah
tersebut. untuk melanjutkan ke jenjang atas (kuliah) menjadi
tantangan bagi saya. Banyak pilihan jurusan yang saya pilih. Baik
itu, ilmu pemerintahan, penerbangan, teknik sipil dan lain-lain. Saat
itu sekitar 3 kampus yang saya lolos. Diantaranya, Universitas Sam
Ratulangi Manado, Universitas Negeri Papua Manokwari, dan Universitas
Cenderawasih Jayapura.
Melalui Ujian
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), saya lolos di 2 kampus. Yakni
kampus Universitas Sam Ratulangi, Manado, dengan konsentrasi pada
bidang Ilmu Pemerintahan dan Universitas Cenderawasih di bidang
Teknik Sipil. Di sinilah, saya harus ambil komitmen untuk menentukan
masa depan dalam ilmu yang saya harus tekuni.
Suatu sore,
saya duduk-duduk di bawah pohon rambutan. Sambil saya merenung arah
langkah hidup ini. Tiba-tiba, di benakku terlintas fikiran baru
menyangkut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. entahlah, saya juga
belum mengerti, apakah ada jurusan perencanaan wilayah dan kota, atau
tidak ada. saya ambil Handphone dan langsung kontak ke family yang
sudah lama menuntut ilmu di pulau jawa. Kakak Titus namanya.
Kakak titus
mengatakan bahwa, jurusan yang saya maksudkan ada dibeberapa kampus
di pulau jawa. Rasanya, saya harus menempuh perjalanan ke jawa untuk
melanjutkan di jurusan yang saya tekuni. Sore itu juga, saya mencari
orang yang mampu membiayai kuliah. Saya temui kakak perempuan. Kakak
perempuan tersebut, kakak yang urutan pertama dalam saya punya
keluarga. Saya urutan ketiga dalam kami sekeluarga. Jumlah
beradik-kakak kami, 5 orang.
Dua hari
kemudian, saya duduk-duduk di teras rumah. Tiba-tiba, ada kendaraan
roda dua masuk di halaman rumah. Helm warna biru yang mengendarahi
motor. Dinabire pengendarah memakai helm biru berarti ada pungut
biayanya. Motor tersebut gonceng kakak saya, yang hendak pulang dari
kantor. Rasanya, kakak pulang sangat tempoh. Karena, kakak perempuan
pulang sekitar jam 10.00 pagi. Biasanya perkantoran tutup jam 14.00
siang.
Sambil turun
dari motor, tangan kanan sembari masukan dalam tas. “Segera
kemas-kemas barang bawaanmu. Sebentar jam 13.00, siang, kamu akan
berangkat ke surabaya”kata kakak perempuan sambil menyodorkan
sebuah amplop tiket pesawat merpati. Tiket pesawat Jakarta menuju
luar negeri (Singapore), lebih murah di imbangi dengan Nabire menuju
Surabaya. Tiga juta, itulah harga tiket dalam negeri
(Nabire-Surabaya). Wah...!!! Mahalnya luar biasa.
Hampir saya
tidak percaya dengan perkataan kakak. Karena semangat lewat batas,
sambil lompat-lompat, saya masuk ke dalam rumah. Begitu cepat, saya
kemas-kemas barang. Sekitar 10 menit saya mandi. Waktunya masih
lama, sekitar 20 menit, Saya ajak kakak untuk ngobrol. Waktu tidak
menunggu, saya panggil ojek untuk menuju ke bandara Nabire. 12.00
siang, saya lapor dipetugas merpati. Sekitar jam 13.00 waktu setempat
kami take off menuju biak-makasar dan Surabaya. Jam 21.00 waktu
setempat tiba di surabaya.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
