Epitokai-Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai (FORKPMADE) se-Jawa dan
Bali meminta segera mengaudit semua badan dan dinas di Kabupaten
Deiyai, Provinsi Papua. Mahasiswa menilai selama ini pembangunan di
Deiyai tidak berjalan maksimal. “Kami menganggap pembangunan kurang
maksimal dan kurang ada perhatian yang serius untuk pendidikan.”
Demikian disampaikan ketua umum FORKOPMADE, Elias Bidaugi Pigome,
kepada pers belum lama ini, usai pertemuan dengan Dirjen Otonomi Daerah,
Kementerian Dalam Negeri Jakarta.
Mahasiswa juga meminta, penempatan jabatan di brokrasi bagian penting
harus orang Mee sendiri. Hal ini mengacu kepada Undang-Undang Otonomi
Khusus Papua. Mereka juga meminta kepada pemerintah daerah untuk
mengutamakan pendidikan dan pengembangan organisasi tingkat pelajar dan
mahasiswa Mee asal Deiyai se- Indonesia. “Bukti konkret perhatian
pendidikan adalah dengan membangun asrama permanen di Yogyakarta dan
Surabaya, dan kota-kota lainnya,” kata Elias, mahasiswa Universitas
Trisakti ini.
Mahasiswa juga meminta, perhatikan secara serius pembangunan dan
pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Deiyai. “Kami minta bangun
masyarakatnya. Jangan terlalu fokus pada pembangunan fisik. Pembangunan
fisik penting tetapi kalau manusianya tidak dibangun maka, kita akan
tertinggal. Kami juga meminta agar melakukan pengawasan pilkada perdana
ini hingga melantik Bupati dan Wakil Bupati definitif secepat mungkin,”
katanya.
Elias Bidaugi Pigome mengatakan, pertemuan dengan Mendagri beberapa
waktu lalu telah dijawab oleh Mendagri.”Waktu itu kami temui Dirjen
Otonomi Daerah untuk meminta segera digantikan Bupati Karateker
Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, S.H, M.Hum. Kami minta ganti karena ia
mencalonkan diri sebagai calon Bupati Kabupaten Paniai,” katanya.
Terkait desakan mahasiswa ini, beberapa warga Deiyai di Nabire
(Selasa, 24/70 kepada media ini mengatakan, pembangunan fisik di Dogiyai
berjalan baik. “Kami melihat dari sisi pembangunan fisik berjalan
lumayan baik jika dibandingkan Kabupaten Pemekaran lain di wilayah
pegunungan. Kami minta hanya pilkadanya dipercepat dan perhatikan
pendidikannya serta ekonomi masyarakat,” kata salah satu warga Deiyai.
Sekedar diketahui, Deiyai adalah salah satu kabupaten pemekaran dari
kabupaten Paniai. Ia dimekarkan tahun 2008. Sejak pemekaran, Mendagri
melalui Gubernur Provinsi Papua telah melantik karateker ketiga,
Basilius Badii. Basilius dilantik setelah sebelumnya dijabat oleh Hengki
Kayame, S.H, M.Hum selama 8 bulan. (Ones Madai)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Oldest
You are reading the latest post
You are reading the latest post